Bhutan, Destinasi Wisata Asia Selatan Dengan Pesona Alam dan Adat Istiadat yang Istimewa

Bhutan, Destinasi Wisata Asia Selatan Dengan Pesona Alam dan Adat Istiadat yang Istimewa

August 1, 2018 Off By Julia Ramos

Berwisata merupakan salah satu kebutuhan, apalagi bagi orang di wilayah perkotaan dengan keseharian yang padat. Wisata atau berlibur dinilai menjadi cara yang paling ampuh untuk mengusir kepenatan yang ada di diri anda, melepaskan serta melupakan berbagai aktivitas melelahkan sejenak agar anda bisa lebih bersantai.

Cara berlibur seseorang pun beragam, mulai dari mengambil cuti hanya sekedar untuk berdiam diri dirumah, mengujungi kampung halaman, melakukan wisata kuliner, mengunjungi situs sejarah, atau bahkan pergi ke luar negeri untuk menemukan suasana baru. Semua itu tergantung pilihan anda yang sesuai dengan preferensi yang anda butuhkan.

Di Indonesia banyak sekali destinasi wisata yang menarik perhatian pecinta traveling, namun wisatawan Indonesia ini juga tercuri perhatiannya dengan destinasi wisata dari luar negeri. Kini juga telah banyak hadir penerbangan dengan rute luar negeri yang mempermudah anda jika inginmelakukan kunjungan ke luar negeri. Pada umumnya, negara yang sering dituju oleh wisatawan Indonesia sebagai destinasi liburannya yaitu Malaysia, Thailand, Singapura, Korea, Jepang, Australia, serta negara-negara di Eropa.

Nah, pernahkah anda berpikiran untuk mengunjungi Bhutan sebagai salah satu destinasi wisata anda? Mayoritas dari anda mungkin tidak mempertimbangkan Bhutan sebagai tujuan liburan anda. jika anda berpikiran bahwa berlibur di Bhutan ini tidak membutuhkan biaya yang besar, pandangan anda tersebut salah besar. Ternyata hidup di Bhutan membutuhkan biaya yang yang besar.

Bhutan destinasi wisata dengan adat yang kental

Bhutan yang terletak di Asia selatan ini memang tidak sepopuler destinasi wisata lainnya. Letak Bhutan yang berada di Pegunungan Himalaya ini memiliki pemandangan yang sangat indah. Akses yang cukup sulit mencapai Bhutan ini akan terbayarkan dengan pemandangan alam dielngkapi pegunungan bersalju yang disajikan begitu anda sampai di Bhutan. Bhutan juga merupakan salah satu daerah dengan adat yang masih kental, sehingga tidak heran jika masih banyak penduduk setempat yang menggunakan pakaian adat dalam kesehariannya. Di Bhutan, jika ingin mengunjungi kantor pemerintahan setempat, anda harus menggunakan pakaian nasioanl setempat.

Jika anda memutuskan berlibur ke Bhutan, anda membutuhkan biaya sekitar 2,6 juta ripah setiap harinya. Biaya tersebut telah ditentukan oleh pemerintah setempat. Dengan biaya tersebut, anda mendapatkan fasilitas seperti pemandu wisata, tempat transit, akomodasi, serta beberapa hal pendukung lainnya.

Selain biaya hidup yang cukup mahal, akses menuju ke negara ini memang dinilai cukup sulit. Ini juga yang akhirnya membuat para wisatawan enggan untuk datang dan berlibur ke Bhutan. Negara yang dijuluki The Land of Thunder ini hanya memiliki satu buah bandara yang terletak di ketinggian 2235 meter diatas laut bernama Paro Airport. Sulitnya medan yang harus mereka lalui ini membuat hanya boleh 9 orang pilot di seluruh dunia yang boleh menerbangkan pesawat ke rute Bhutan ini. Pilot harus mampu melakukan manuver yang baik jika ingin pesawatnya tidak menabrak bukit yang mengelilingi Bhutan.

Tingginya jumlah wisatawan akan berdampak pada keadaan suatu negara. Penetapan tarif yang mahal ini bukan tanpa tujuan. Pemerintah memang menetapkan tarif yang mahal ini guna menjaga kelestarian alam dan adat yang ada di negara Bhutan ini.